PENINGKATAN SUHU GLOBAL WARMING

PENINGKATAN SUHU GLOBAL WARMING
Oleh: MASHRUHAN
Istilah Global Warming atau pemanasan global sudah tidak asing lagi bagi sebagaian masyarakat. Global Warming atau pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Atmosfer menurut kajian Ilmu Geografi adalah lapisan udara yang meliputi: stratosfer yang berpengaruh terhadap cuaca atau iklim meliputi temperature, curah hujan, cuaca, penyinaran matahari, dan angin. Menurut hasil penelitian yang diadakan oleh IPPC ( Intergovernmental Panel on Climate Change), yaitu badan yang meneliti tentang keadaan bumi. IPCC menyabutkan bahwa suhu rata-rata global pada permukaan bumi saat ini sudah mencapai dan meningkat 0.74 ± 0.18 ºC ( 1.33 ± 0.32 ºF) selama tahun terakhir ini. Selain itu juga IPCC juga menyimpulkan bahwa,” meningkatnya pemansan global yang terjadi sejak pertengahan abad 20 kemungkinan besar di akibatkan oleh meningkatnya kosentrasi gas-gas rumah kaca akibat dari aktivitas manusia”.
Yang menjadi acuan badan IPCC adalah model iklim, yang mana model iklim menunjukkan bahwa suhu permukaan global akan meningkat dari yang telah di sebutkan di atas menjadi meningkat sekitar 1.1 hingga 6.4 ºC ( 2.0 hingga 11.5 ºF) antara tahun 1990 hingga nanti tahun 2100. Sebab adanya perbedaan angka tersebut diperkirakan karena pada masa mendatang penggunaan gas-gas rumah kaca akan sangat berbeda, serta model-model sensivitas iklim yang berbeda. Dan pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari ratusan tahun walaupun tingkat gas rumah kaca telah stabil, sehingga dengan begitu, ini mencerminkan bahwa kapasitas panas dari lautan sangat besar.
Meningkatnya suhu pemanasan global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain, seperti naiknya permukaan air laut ( Hidrosfer yaitu dalam istilah ilmu Geografi) . Akibat-akibat peningkatan pemanasan gloabal yang lain adalah berpengaruh pada hasil pertanian dan punahnya berbagai jenis hewan yang tidak bisa menyesuaikan dengan keadaan.
Kalau kita tinjau ulang tentang Atmosfer, yang mana itu merupakan titik yang akan menyebabkan pemanasan global yang meningkat ketika suhu pada Atmosfer di atas rata-rata. Menurut Sugeng Martopo ( 1988), bahwa fenomena yang terjadi dipermukaan bumi ( Geosfer) salah satu komponennya adalah Atmosfer atau lapisan udara. Yang menjadi factor peningkatan suhu rata-rata Atmosfer selain adanya gas-gas rumah kaca, factor yang lain adalah adanya pencemaran terhadap udara. Sehingga untuk menaggulangi hal-hal tersebut maka kalau kita mengunakan kajian PKLH ( Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup) terdapat dua pendekatan untuk menanggulangi pencemaran udara, yaitu pendekatan secara Input dan pendekatan secara Output. Adapun pendekatan secara Input dapat dilakukan dengan: menekan pertumbuhan populasi, menekan pengunaan energy yang berlebihan, memperkecil pengunaan motif pribadi dan penggunaan energy Batu Bara. Sedangkan untuk pendekatan secara Output dapat dilakukan dengan: batas terhadap pencemaran yang berasal dari mobil dan pabrik –pabrik memasang alat pengendali pencemaran udara, seperti: Intermitten.

Published in: on January 13, 2010 at 4:37 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ruhaen.wordpress.com/2010/01/13/26/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: