ARTIS TERJUN DALAM DUNIA POLITIK ; FENOMENA TREN DI MASYARAKAT

ARTIS TERJUN DALAM DUNIA POLITIK ; FENOMENA TREN DI MASYARAKAT

Oleh: Mashruhan

Bicara mengenai plitik di Negara Indonesia, maka saat ini kita telah di gemparkan oleh fenomena tentang artis yang terjun dalam dunia politik. Fenomena tersebut banyak kalangan yang  kontroversi, ada yang mendukung dan ada yang peismis. Banyak artis yang sekarang ini berbondong-bondong alih profesi menjadi politikus maupun caleg di negeri ini, tetapi kok belum ada yang menjadi Presiden ya? Hal tersebut patut kita pertanyakan, sebenarnya apa yang menjadi motif mereka untuk terjun dalam dunia politik, apakah meraka sudah tidak tenar lagi di layar kaca atau mereka mengunakan ketenaran untuk menarik simpati masyarakat.

Yang menjadi kekhawatiran masyarakat saat ini dengan fenomena artis terjun kedunia politik, adalah bilamana actingnya itu dibawa kedunia nyata dan dunia politik, seperti sandiwara di depan “ sidang”. Harapnnya dengan terjunnya artis kedunia politik, masyarakat dapat menentukan figur yang sesuai untuk dapat memimpin negeri ini menjadi lebih baik. Dan jangan hanya melihat ketenarannya saja, dan semata-mata karena idolanya, akan tetapi bisa membuktikan pada kehidupan nyata yang dapat merubah bangsa ini menjadi bangsa yang kita harapkan.

Mengenai politik, apa yang yang menjadi devinisi dari politik itu. Dalam hal ini banyak ahli yang mendefinisikan tentang hal tersebut. Marriam Budiardjo (1977) mengartikan politik yaitu bermacam-macam kegiatan dalam suatu system politik (Negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan itu. Ramlan Surbakti (1992: 10-11) yaitu interaksi antara pemerintah dan masyarakat, dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.  Beliau juga dalam hal ini mengajuka 6 pendekatan dalam memahami arti politik:

  • Pendekatan Kekuasaan;  Yaitu pendekatan untuk bagaimana cara-cara untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan.
  • Pendekatan Institusional; Yaitu pendekatan Negara dengan institusi-institusinya.
  • Pendekatan moral; yaitu memandang politik bukanlah sesuatu yang kotor, tetapi mulia.
  • Pendekatan Konflik; adalah kegiatan untuk memperoleh dan mempertahankan kepentingan.
  • Pendekatan Fungsional; adalh kegiatan yang menyangkut alokasi nilai-nilai kepentingan yang dirumuskan dalam kebijakan public.
  • Pendekatan Analisis Wacana Politik; kegiatan mendiskusikan atau mendefinisikan situasi dari suatu fenomena politik.

Dengan memahami tiga apa arti yang sebenarnya tentang politik, maka dengan adanya fenomena ini mudah-mudahan ini menjadi sedikit cahaya untuk perubahan, dan ada sedikit warna politik yang berbeda di negeri ini dengan adanya kepimpinan artis. Selama memang artis yang terjun ke dunia politik mampu, dan meraka dengan tujuan untuk benar-benar memperjuangkan keadilan untuk rakyat tidak ada salahnya. Tetapi jika sebalikya, yaitu mereka hnaya bersandiwara dan hanya permainan saja, maka hal itu patut kita koreksi kembali dan kita jangan hanya melihat dari salah satu sisi, baik tentang kebaikannya maupun tentang kejelekannya, tetapi harus kita lihat secara keseluruhan. Semoga dengan adanya fenomena ini, para politikus Indonesia bisa lebih dewasa, serta jangan mempermainkan hati seluruh rakyat Indonesia karena rakyat sudah bosan dengan janji-janji saat berkamapnye, tetapi tidak realisasinya.

Published in: on January 13, 2010 at 4:31 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ruhaen.wordpress.com/2010/01/13/20/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: